bandeng presto
Bandeng Presto Juwana adalah makanan khas Jawa Tengah yang sangat populer. Bandeng yang dimasak dengan presto membuatnya empuk dan lembut, sehingga mudah disantap. Disajikan dengan sambal kecap atau sambal lainnya, bandeng presto ini memiliki rasa gurih dan aroma yang sangat lezat. Juwana, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, terkenal dengan bandeng prestonya yang menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat.
Bupati Pati
Sudewo adalah Bupati Pati saat ini yang menjabat untuk periode 2025 hingga 2030. Ia terpilih melalui Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bersama wakilnya Risma Ardhi Chandra.
Berikut beberapa informasi utama mengenai Sudewo:
- Status Penjabat: Sudewo saat ini menjabat sebagai Bupati Pati, sebuah status yang dikonfirmasi oleh Kemendagri di tengah upaya pemakzulan oleh pihak tertentu yang akhirnya gagal disetujui DPRD Pati pada November 2025.
- Latar Belakang: Sebelum menjadi Bupati, Sudewo dikenal sebagai politikus dari Partai Gerindra dan pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) selama dua periode (2009-2014 dan 2019-2024). Ia adalah lulusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret dan menempuh studi magister di Universitas Diponegoro.
- Isu Terkini: Masa jabatannya di awal periode ini diwarnai oleh beberapa isu, termasuk kebijakan kenaikan PBB-P2 yang kontroversial, tuntutan mundur dari sebagian warga, dan pemeriksaan oleh KPK terkait kasus dugaan suap pembangunan jalur kereta api saat ia masih menjadi anggota DPR. Namun, ia menolak mundur dan berjanji akan memperbaiki kinerjanya.
- Kegiatan: Sebagai Bupati, ia aktif dalam kegiatan pemerintahan dan masyarakat, seperti melantik pejabat daerah dan menghadiri acara peringatan Hari Guru Nasional.
Sudewo menekankan bahwa ia dipilih secara konstitusional dan demokratis oleh rakyat, sehingga proses pemberhentiannya juga harus melalui mekanisme yang berlaku.
Pati, Central Java
Sejarah Pati dimulai dari dua kadipaten, Paranggaruda dan Carangsoka, yang dipimpin oleh Yudapati dan Puspa Kandung Jaya. Konflik terjadi antara kedua kadipaten tersebut setelah putri Carangsoka, Rara Rayungwulan, melarikan diri bersama Kembang Joyo dari Bantengan. Kembang Joyo kemudian mempersatukan beberapa wilayah menjadi Kadipaten Pesantenan, dan akhirnya memindahkan pusat pemerintahannya ke Kaborongan dan mengganti nama kadipaten menjadi "Pati" setelah terinspirasi dari minuman dawet yang diminumnya bersama Ki Dalang Soponyono.
Langganan:
Komentar (Atom)



